jump to navigation

“Pengalaman Berjualan” January 5, 2012

Posted by kelompok24itbseamolecb5 in Personal Building.
trackback

Sekedar Berbagi pengalaman dalam berjualan…..

________________________________

Gregorius Riko Hendriyanto

________________________________
Pengalaman saya ketika saya menghasilkan uang lebih dari sepuluh ribu ( Rp 10000 ) dan inilah ceritanya.:
Ketika kuliah keuangan saya jauh dari cukup, bahkan lebih kurang dari 10000 apalagi anak kos makan 1 hari 1 kali ja udah bersyukur. Dan sewaktu sore aku main ke kosan teman kebetulan kenal  digereja, saya datang dan ngobrol – ngobrol sambil maenan gitar. Teman saya namanya Valentinus Agus dan sering di panggil MA ( Mas Agus ). Saya di ajak jualan pulsa, saya pikir itu sangat bagus dan saya bergabung jualan pulsa cabangnya dari Dia. Modal saya saat itu Rp. 50000 untuk mengisi saldo dan kebetulan habis dapat kiriman dari orang tua di Belitang Sumatra Selatan.  Saya pulang pulang ke kosan langsung saya informasikan ke kakak saya karna saat itu saya ngekosnya bareng sama kakak, dan dia langsung beli pulsa seharga simpati 10000 dan aku jual seharga Rp. 11.500,-. Besoknya lagi pacarnyan kakak juga beli pulsa10000 hasilnya saya buat isi saldo lagi. Saya informasikan ke teman teman organisasi di geraja.
Saat isi saldo awalnya hanya Rp. 50000,- menjadi Rp. 100000,- , Rp 200000 , dan lama lama menjdi Rp 500000. Ketika itu saya mau pengajuan TA harus membayar biaya bimbingan modal yang tadinya mau buat isi saldo akhirnya kepakai untuk bayar tersebut.akhirnya saya berhenti jualan pulsa.


Setelah lulus kuliah saya melamar pekerjaan di sebuah pabrik textile dan puji tuhan bisa masuk kerja kebetulan menjadi staff IT. Dan keuntungan sebagai Staff IT saya bisa kenal hampir setengah karyawan pabrik apalagi karyawan yang berkaitan dengan komputer. Suatu hari saya di tanya sama salah satu karyawan. Dia menanyakan kenapa laptop yang dia punya kok lamenjadi lemot banget dan saya bilang bawa aja ke pabrik nanti saya cek. Setelah saya cek ternyata benar lemot banget dan saya bilang sama dia ini harus di install ulang, dia bilang “ ya udah tolong di inslatlin ulang” hari itu juga saya instal ulang sambil ngerjain kerjaan kantor saya, sorenya waktu pulang kerja udah beres lalu saya kasihkan lagi ke pemilik laptopnya. Awalnya sih saya tidak mengharapkan apa apa dari dia hanya menolong aja. Tapi ternyata saya dikasih  uang Rp. 50000,-,ya lumayan buat tambah ongkos untuk naek angkot…hehehe
Kira kira 2 bulan berikutnya saya di minta tolong lagi sama karyawan pabrik juga kebetulan dia posisinya sebagai kepala bagian pembelian. Saya diminta datang kerumahnya untuk ngistal ulang komputernya dan saya di beri imbalan sebesar Rp. 100000,-. Dan semenjak itu banyak teman teman kerja yang juga minta tolong untuk memperbaiki komputer miliknya,dan kebanyakan hanya install ulang saja..
Selain itu juga saya juga berjualan kripik jamur, kebetulan juga kakak saya nyabang dari kakak ipar saya. Saya jual 100 grm nya seharga Rp.10000,- dan banyak juga orang yang berminat terutama karyawan yang cewe. Dan ini jugalah yang akan saya kembangkan lagi sebagai usaha.
Tapi sekarang saya sudah tidak bekerja lagi karena mendapat kesempatan buat kuliah lagi dan berorientasi di SEAMOLEC. Kebetulan semua mahasiswa di wajibkan mengikuti kegiatan OUTBONT dan salah satu kegiatannya peserta harus menjual bolpoint dengan harga Rp. 10000,- padahal harga bolpoint di pasaran seharga Rp. 2500. Pada hari pertama menjual bolpoint saya tidak dapat menjualnya, dan pada hari kedua saya dapat menjual bolpoint dengan harga Rp. 7.500..Beberapa pengalaman yang tak pernah terlupakan untuk memulai sebagai wirausahawan.
Ini cerita ku ? gimana cerita mu?…

_____________________________

Zenna Rizky Akbar

_____________________________
Pengalaman berjualan yang pernah saya lakukan pertama kali yaitu pada saat saya duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, atau SMA tepatnya. Ketika itu, saya sedang membutuhkan uang untuk keperluan tambahan, tapi saya bingung bagaimana cara mendapatkan uang untuk tambahan tanpa meminta kepada orang tua. Awalnya saya iseng untuk menawarkan barang kepunyaan saya yang berupa jaket dan topi kepada teman-teman dengan harga yang tidak menentu. Memang  sangat sulit untuk menjual suatu barang, apa lagi barang yang saat itu saya jual merupakan barang bekas yang telah di pakai oleh saya.
Setelah beberapa hari berusaha menawar-nawarkan barang tersebut, akhirnya barang itu pun laku terjual kepada teman dengan harga yang cukup di bilang lumayan bagi saya yang saat itu benar-benar membutuhkan. Dari pengalaman pertama tersebut, apabila saya membutuhkan uang tambahan saya ketagihan untuk menjual barang kembali yang menurut penglihatan mata saya barang tersebut masih ada harganya, dari mulai sepatu olah raga, tas, kaos, modem, dll. Yang paling buruknya saya menjual barang milik sendiri tersebut tanpa sepengetahuan kedua orang tua saya. Pengalaman berjualan di atas yang menghasilkan lebih dari sepuluh ribu (10.000) tersebut merupakan pengalaman yang sangat buruk bagi saya, karena menyebabkan barang milik saya sedikit demi sedikit mulai berkurang.

Perngalaman berjualan pun belum berakhir sampai di sana. Saya sudah mulai berhenti menjual barang milik sendiri yang sifatnya merugikan. Ketika saya mulai berhenti menjual barang sendiri, ada seorang teman yang meminta bantuan kepada saya untuk menjualkan barang dan saya pun tertarik untuk membantunya. Awalnya teman saya menawarkan komputer miliknya kepada saya untuk di beli, tapi kebetulan di rumah saya sudah mempunyai 1 unit komputer, kemudian saya memberi saran kepada teman saya, bagaimana kalau saya bantu untuk menjual/menawakan komputer tersebut kepada orang lain. Beberapa hari kemudian setelah mendapatkan persetujuan dari teman, saya menawarkan komputer tersebut untuk di jual, pada saat itu kebetulan sodara saya sedang membutuhkan 1 unit komputer, kemudian saya tawarkan komputer tersebut kepada sodara saya, setelah saya bernegosiasi akhirnya sodara saya tertarik untuk membelinya, dan komputer tersebut pun laku dijual, dan saya pun mendapatkan uang saku pemberian teman dari hasil penjualan komputer tersebut lebih dari sepuluh ribu (10.000).
Meskiput dalam kehidupan saya belum pernah mempunyai pengalaman berjualan yang sebenarnya, dari beberapa pengalaman di atas pengalaman berjualan yang paling sangat berkesan dan pertama kali dalam kehidupan saya adalah ketika saya mengikuti kegiatan Outbond Seamolec pada tanggal 27 oktober 2011. Ketika itu saya di berikan tugas untuk menjual pena (pulpen) yang harganya dibawah 2.000 rupiah, dan pena (pulpen) tersebut harus berhasil terjual dengan harga yang tinggi dari harga yang sebenarnya. Awalnya saya tidak percaya pena (pulpen) tersebut bisa terjual dengan harga tinggi. Ketika saya turun ke lapangan untuk berjualan menawarkan pena (pulpen) ke orang-orang awalnya memang sulit, apalagi barang yang di tawarkan cuman sekedar pena (pulpen) biasa. Kejadian yang tidak terduga ketika saya menawarkan untuk menjual pena (pulpen) kepada orang yang sedang berdiri di depan toko, saya memberikan harga sepuluh ribu (10.000) rupiah untuk satu pena (pulpen) tersebut, awalnya saya tidak yakin kalau orang tersebut akan membeli, karena satu pena (pulpen) biasa di hargai dengan harga yang tinggi di banding harga yang asli, namun tanpa basa-basi orang tersebut langsung mengeluarkan uang sepuluh ribu (10.000) untuk membeli pena (pulpen) yang saya pegang, dan akhirnya saya berhasil menjual pena (pulpen) tersebut dengan harga yang saya tawarkan.

Inilah Pengalaman Kami………

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: